1. HOME
  2. INFO BITUNG

Kota Bitung Gemakan Kesadaran Cinta Lingkungan dan Kehidupan Laut

"Laut butuh cinta bukan sampah".

Kaka Slank Editor : Endang Saputra | 6 Juni 2019 17:43

Bitung.merdeka.com - Yayasan Suara Pulau bersama Sekolah Lingkungan Bitung dan didukung penuh oleh Pemerintah Daerah Bitung kembali menyuarakan pentingnya upaya pelestarian lingkungan dan kehidupan laut, khususnya di wilayah laut dan kepulauan seputar kota Manado, Sulawesi Utara dengan menggelar aksi Musik Akustik dan Diskusi Kelestarian Lingkungan dan Kehidupan Laut untuk Program Belajar Bersama Alam bareng Kaka, personel grup band ternama Slank.

Kegiatan ini adalah bentuk gerakan kelompok masyarakat pelestari lingkungan dan kehidupan laut dan pemerintah sebagai jawaban atas meningkatnya ancaman pemanasan global, ekspansi kegiatan ekstraktif di pulau-pulaus sekitar kota Manado, serbuan sampah plastik, gaya hidup tidak ramah lingkungan, dan sekaligus wadah edukasi bagi masyarakat dan generasi muda untuk melestarikan lingkungan dan kehidupan laut.

"Yayasan Suara Pulau percaya bahwa diperlukan upaya edukasi dan penyadartahuan yang berkelanjutan bagi masyarakat, generasi muda, dan pemerintah untuk sama-sama menyelamatkan lingkungan dan kehidupan laut yang ada di sekitar kota Manado, Sulawesi Utara – salah satunya dengan kegiatan penggalangan dana pendidikan Belajar Bersama Alam melalui Live Acoustic dan Talk Show bersama Kaka Slank," ujar Ulva Takke, pendiri Yayasan Suara Pulau.

Wali Kota Bitung, Maximiliaan J. Lomban mengatakan bahwa salah satu komitmen kota Bitung untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kehidupan laut bersama elemen masyarakat.

"Salah satu komitmen kota Bitung untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kehidupan laut bersama elemen masyarakat, khususnya generasi muda – kita sangat antusias dan mendukung kegiatan seperti ini,"kata Lomban.

Sementara itu, Khouni Lomban Rawung, Kepala Sekolah Lingkungan Bitung mengatakan, "Sekolah adalah salah satu sarana paling ampuh untuk mendidik generasi muda untuk lebih memahami pentingnya kelestarian lingkungan dan kehidupan laut melalui bahan ajar yang aktual dan dapat diterapkan langsung di kehidupan sehari-hari," kata dia.

Sekolah Lingkungan Kota Bitung (SLKB) sendiri bertujuan untuk mengedukasi, menyosialisasikan dan mengadvokasi tentang pentingnya menjaga lingkungan sebagai warisan untuk anak cucu yang dimulai sejak dini.

SLKB memiliki lima bidang, yaitu Sekolah Hutan (SH), Sekolah Sungai (SS), Sekolah Laut (SL), Sekolah Gunung (SG), Sekolah 5 Bersih (S5B).
sekolah lingkungan diharapkan dapat menghasilkan anak-anak Bitung yang mencintai lingkungan serta memiliki rasa tanggung jawab atas kelestarian lingkungan yang ada di sekitar mereka.

"Hal-hal seperti ini perlu ditanamkan sejak usia dini, sehingga hal ini harus menjadi perhatian dan tangung jawab bersama dalam memberikan pemahaman dan pengetahuan yang baik dan benar kepada anak-anak" ujarnya.

"Ujungnya adalah perubahan pola pikir dan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan untuk mereka yang nantinya akan jadi pemimpin masa depan dan warga negara yang lebih baik," kata Khouni.

Hasil dari penggalangan dana di atas nantinya akan digunakan sebagai biaya operasional pendidikan lingkungan masyarakat lokal di gugusan pulau KITABANGGA yang telah dilakukan sejak tahun 2014 hasil di lapangan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat gugusan pulau tersebut untuk menerapkan kehidupan ramah lingkungan, tidak menggunakan bom dan jaring yang merusak terumbu karang dalam mencari ikan, tidak membuang sampah plastik ke laut, dan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian sumber daya air yang ada.

Provinsi Sulawesi Utara sendiri memiliki 283 pulau bernama berdasarkan data resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat – hal ini menunjukkan besarnya tantangan dan peluang yang dihadapi bersama terkait masa depan pengelolaan pulau-pulau tersebut. Maka dari itu, Yayasan Suara pulau kerap menggaungkan pentingnya kelestarian lingkungan dan kehidupan di pulau-pulau tersebut melalui gerakan pendidikan lingkungan dan partisipasi masyarakat pulau.

"Data di atas menunjukkan bahwa masih dan akan terus diperlukan upaya besar untuk melestarikan lingkungan dan kehidupan laut di pulau-pulau tersebut,"katanya.

KOMENTAR ANDA